Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

Mengritik Kunjungan Kerja DPR


Metro View | Selasa, 1 Mei 2012 17:00 WIB
KRITIKAN keras itu disampaikan Persatuan Pelajar Indonesia Jerman kepada anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Efektivitas kunjungan kerja anggota DPR  tersebut dipersoalkan karena tidak sebanding dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.

Kunjungan kerja DPR bukanlah kunjungan yang dibiayai sendiri oleh para anggota DPR. Kunjungan itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, di mana 70 persen dari anggaran tersebut dibayar oleh pajak masyarakat.

Tidaklah salah apabila rakyat lalu mempertanyakan setiap sen penggunaan dari anggaran negara. Kita tentunya keberatan apabila anggaran yang berasal dari keringat rakyat itu, lalu dipergunakan dengan sesuka hati, tanpa memedulikan efektivitasnya.

Sudah berulangkali masyarakat menggugat kunjungan kerja yang dilakukan para angggota DPR. Bahkan tidak sedikit yang melakukan aksi unjuk rasa di bandara udara keberangkatan, agar anggota DPR membatalkan kunjungan ke luar negeri, yang hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

Namun keberatan yang disampaikan masyarakat selalu dianggap sebagai angin lalu. Setiap tahun kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri dilakukan, dengan biaya yang terus semakin membengkak. Tidak ada sama sekali kepekaan dan upaya untuk menggunakan anggaran negara dengan lebih baik.

Apa yang dilakukan PPI Jerman merupakan titik kulminasi dari kekecewaan masyarakat. Dalam pertemuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, mahasiswa menyampaikan keberatan masyarakat itu langsung kepada anggota Komisi I DPR.

Anggota DPR sepantasnya malu dengan pernyataan yang disampaikan mahasiswa Indonesia di Jerman itu. Apalagi di zaman yang begitu terbuka, di mana pertemuan itu bisa direkam secara hidup dan kemudian diunggah ke media sosial, sehingga menjadi pengetahuan seluruh masyarakat dunia.

Kita tidak tahu lagi apabila kritikan yang begitu terbuka tidak juga bisa mengubah perilaku anggota DPR. Kita tidak pernah akan bisa menjadi bangsa yang maju, apabila tidak pernah mau belajar dari kesalahan dan tidak berupaya untuk memperbaiki diri.

Boleh saja anggota DPR melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Namun karena namanya kunjungan kerja, maka seluruh konsentrasi harus ditujukan untuk bekerja. Jangan kunjungan kerja dijadikan kamuflase untuk jalan-jalan, apalagi membawa anggota keluarga.

Kunjungan kerja ke luar negeri harus memberi manfaat bagi perbaikan kehidupan bangsa ini. Kita belajar hal-hal yang baik dari bangsa lain, untuk ditularkan nilai-nilai yang memang cocok dengan kultur bangsa kita, agar membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju.

Selalu kita katakan bahwa menjadi pejabat negara bukanlah pekerjaan yang mudah. Mereka bukan hanya dituntut untuk memikirkan nasib bangsanya, tetapi menjadi teladan tentang bagaimana menjadi warganegara yang baik.
   
Kita selalu mengharapkan pejabat negara itu untuk bekerja keras, karena kita ingin membangun kultur bangsa yang selalu berupaya mencapai prestasi terbaik dan tidak pernah mudah untuk menyerah. Kita mengharapkan pejabat negara yang hemat dalam menggunakan uang, karena kita ingin membangun masyarakat yang tidak boros.

Mengapa kita mengharapkan bisa terbangunnya kultur yang baik dari bangsa ini? Karena menurut ahli sosiologi, Samuel L. Huntington, hanya bangsa yang memiliki kultur disiplin, mau menghargai waktu, hemat, selalu bekerja keras, dan tidak pernah mau kalah dari bangsa lain, yang akan bisa menjadi bangsa yang maju.

Huntington menunjuk bangsa Korea yang telah membuktikan mampu menjadi bangsa yang maju karena pemimpinnya berhasil membangun kultur yang kuat dari bangsanya. Dengan kultur seperti itu, bangsa Korea mampu bersaing dengan bangsa lain dalam semua bidang baik itu ilmu pengetahuan, teknologi, hingga budaya.

Mengapa kita belum berhasil menjadi bangsa yang maju? Karena para pemimpin bangsa ini tidak mau mengajarkan kebaikan kepada rakyatnya. Yang lebih banyak dipertontonkan justru hal-hal yang bertentangan dengan pembangunan kultur baik yang bisa membawa bangsa menuju ke kebesarannya.

Setiap pemimpin pada setiap masanya memikul tanggung jawab sosial. Itulah yang harus menjadi kesadaran mereka yang dipercaya sebagai pemimpin. Sebab maju atau mundurnya sebuah bangsa ada di tangan mereka. Sejarahlah yang nanti akan menilai sumbangan dari setiap pemimpin kepada bangsanya.

Tina Talisa Mundur Dari tvOne


Posted by lihatberita | Pada : 7:24 PM

Kepastian tentang kemunduran Tina Talisa dari tvOne didapat dari akun twitternya @Tina_Talisa. Delapan poin ditulis Tina untuk mengabarkan keputusannya itu. Pertama dia merasa senang dan bangga dapat menjadi salah satu bagian di tvOne, diteruskan dengan pernyataan resmi kemundurannya lantas ucapan terima kasih pada Ardi Bakrie dan Karni Ilyas beserta seluruh jajaran direksi tvOne, narasumber dan rekannya dan terakhir ucapan terim kasih pada seluruh pemirsa.

Tina mengawali karir sebagai newcaster di Reportase Sore, program berita di Trans TV. Pada Juni 2007, pindah ke Lativi yang sejak tahun 2008 ini berubah menjadi stasiun TV dengan fokus berita dan olahraga dengan nama tvOne sebagai asisten produser merangkap news presenter. Dia membawakan program “Apa Kabar Indonesia Malam” yang rutin bersiaran di Wisma Nusantara, kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Tina yang merupakan finalis Puteri Indonesia 2003 ini dikenal masyarakat luas memang sebagai presenter, padahal dulunya wanita 31 tahun ini pernah berprofesi sebagai dokter gigi dan merupakan Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 2001. Tina Talisa sekarang berkonsentrasi pada Program Magister Ilmu Komunikasi yang diambilnya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung.

Kehidupan pribadinya juga tak kalah merebak dari karirnya. Pernah menikah dengan putra mantan Kepala Bapennas Paskah Suzetta, Muhammad Eggi Hamzah dan bercerai di tahun 2009. Untuk kedua kalinya Tina menikah dengan seorang duda pengusaha restoran dari Aceh Amrinur Okta Jaya.

Berikut beberapa kicauan Tina di Twitter dengan hagstag #pamit:

1) Sy msh ingat bergabung dgn @tvOneNews tgl 1 Mei 2007, saat itu msh Lativi. Sy sgt bangga menjadi bagian dr pasukan seragam merah #pamit

2) Saya merasakan indahnya perjuangan bersama dengan tim yg luar biasa utk melahirkan @tvOneNews yg hadir 14 Februari 2008 #pamit

3) Hr ini sy menyudahi perjalanan sy berkarya bersama @tvOneNews. Terima kasih atas apresiasi, dukungan & kritik yg diberikan slm ini #pamit

4) Mohon dimaafkan semua kesalahan dan kekurangan saya selama menjalankan tugas jurnalistik sebagai news anchor di layar @tvOneNews #pamit

5) Sy sgt berharap & yakin @tvOneNews terus menjadi stasiun televisi pemberitaan yg membanggakan & bermanfaat utk Indonesia tercinta #pamit

6) Terima kasih bnyk kpd Pak @ardibakrie, Pak @karniilyas beserta seluruh direksi & karyawan @tvOneNews atas kehormatan utk berkarya bersama

7) Terima kasih kpd semua narasumber yg berkenan menjalin silaturahmi slm sy jd jurnalis @tvOneNews, semoga pertemanan tdk terputus #pamit

8) Terima kasih tak terhingga kpd seluruh pemirsa @tvOneNews atas kerelaan waktunya saat saya hadir di layar @tvOneNews #pamit

Lalu akan pindah ke mana Tina?

Menurut sumber, dia akan menyusul seniornya, mantan Wapemred TV One, yang kini menjadi Pemred News Indosiar, Nurjaman Mochtar.

Kepada wartawan Nurjaman Mochtar, mengatakan, hanya Tina Talisa yang berhak menjawab, apakah yang bersangkutan akan berpindah kerja ke stasiun televisi Indosiar atau ke stasiun televisi lainnya.

"Itu hak Tina Talisa untuk menjawabnya, kami tak punya hak untuk mengatakan ya atau tidak," kata Nurjaman.

Sementar itu, hingga saat ini Tina belum berhasil dikonfirmasi.

Senin, 30 April 2012

12 Ribu Buruh Kepung Balai Kota DKI (Tri Kurniawan – Okezone)


JAKARTA - Sekira 12 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DKI Jakarta akan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day.

Ketua KSPSI DKI Jakarta, William Yani, mengatakan massa akan berkumpul di Tugu Proklamasi pukul 08.00 WIB. Massa akan bergerak menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja di Tugu Tani, Jakarta Pusat, sekira pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, aksi unjuk rasa dilanjutkan di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta dan Bundaran HI sekira pukul 09.45 WIB. Di Kantor Gubernur atau Balai Kota DKI Jakarta, buruh akan menyerahkan tuntutan dari tujuh serikat pekerja yang tergabung dalam KSPSI DKI.

"Dari HI kami akan bergabung dengan pekerja Jawa Barat dan Banten menuju Gelora Bung Karno," kata Willi dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Selasa (1/5/2012).

Dalam perjalanan menuju Gelora Bung Karno, KSPSI DKI akan bergabung dengan sekira 100 ribu buruh lain yang berada dalam komando KSPSI pusat. Willi sadar hal ini akan membuat arus lalu lintas cukup padat.

"Untuk itu diharapkan pengertian masyarakat Jakarta karena akan terjadi kepadatan lalu lintas luar biasa, tapi saya jamin aksi akan berjalan damai," tuturnya.
(trk)


Jumat, 13 April 2012

Sambil Dorong Bus, Ratusan Remaja Masjid di Yogyakarta Tolak BBM Naik



Yogyakarta Ratusan anggota Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Mereka membawa drum minyak dan mendorong sebuah bus kota sebagai ungkapan protes kepada pemerintah yang akan menaikkan harga BBM mulai 1 April 2012.


Pantauan detikcom, Minggu (25/3/2012) aksi dimulai dari gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro Yogyakarta. Massa BKPRMI DIY menggelar aksi seusai mengikuti acara pelantikan pengurus DPW BKPRMI DIY.


Dari halaman DPRD DIY, massa berjalan kaki menuju titik nol kilometer di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jalan Senopati. Saat melewati kawasan Malioboro, aksi sempat mengakibatkan arus lalu lintas tersendat terutama di depan Malioboro Mall dan Pasar Beringharjo.


Tiga buah drum minyak kosong dan sebuah bus kota yang diisi peserta ditarik dan didorong massa aksi. Satu orang peserta mengenakan topeng bergambar wajah Presiden SBY berdiri di atas bus kota sambil menuding dan bertolak pinggang.


Tepat di tengah titik nol kilometer, massa kemudian menggelar orasi secara bergantian. Tiga buah drum itu kemudian dijadikan panggung orasi.


Ketua DPP BKPRMI, Ali Muchtar Ngabalin seusai melantik pengurus juga ikut bergabung dan berorasi di depan massa. Dalam orasinya dia menyatakan DPP BKPRMI telah menginstruksikan pada semua pengurus DPW untuk menolak kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM menunjukkan jika Indonesia hanya menjadi alat asing atau jongos/pembantu di negeri sendiri.


"Kenaikan harga BBM bukan untuk menyejahterakan umat tapi malah menyengsarakan," katanya.


Muchtar mengungkapkan alasan harga minyak dunia yang naik sehingga APBN harus diselamatkan adalah bentuk kebohongan publik. Sebab Indonesia masih punya cadangan sebesar Rp 154 Triliun.


"Jadi kalau pemerintah beralasan BBM naik untuk menyelamatkan APBN itu tidak benar. Pemerintah hanya mau memenuhi kepentingan asing dengan produk Pertamax, sedangkan minyak produksi Pertamina akan hancur," katanya.


Sementara itu Ketua DPW BKPRMI DIY, Mulyono R Miharjo menegaskan pihaknya justru menuntut agar harga BBM tidak naik dan segera mengambil alih sumber-sumber alam seperti minyak dan gas dari perusahaan asing.


"Aset-aset asing harus diambil untuk kesejahteraan umat dan jangan jadikan rakyat sebagai korban," pungkas Mulyono.


(rmd/rmd)

Kamis, 12 April 2012

Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia


Jakarta – Selama dalam kurun waktu satu bulan awal tahun 2012 ini, bencana alam yang terjadi di Indonesia mencapai lebih 50 kejadian bencana.
Bencana yang terjadi adalah tanah longsor, banjir, banjir bandang, kebakaran, gempa bumi, kecelakaan transportasi, gelombang pasang dan puting beliung.
“Rekapitulasi data kejadian bencana di BNPB menyebutkan lebih dari 50 kejadian bencana melanda Indonesia,” ujar Humas Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya yang diterima, Selasa (7/2).
Bencana yang terjadi kebanyakan dalam bencana hidrometeorologi. Hidrometeorologi adalah bencana yang berkaitan dengan banjir, banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, puting beliung dan gelombang pasang.
“Sebagian besar bencana yang terjadi termasuk dalam bencana hidrometeorologi,”tambah Sutopo.
Selama bulan Januari 2012 Puting beliung merupakan bencana yang paling banyak terjadi. Data BNPB menyebutkan selama bulan Januari 2012 sebanyak 23 kejadian di 25 kabupaten dan kota di Indonesia.
Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dan hilang, 420 orang menderita dan mengungsi, 477 unit rumah rusak berat, 83 rusak sedang dan 2.270 unit rusak ringan. “Secara keseluruhan kejadian selama Januari 2012 menyebabkan 41 orang meninggal dan hilang,” lanjut Sutopo.
Musim penghujan yang tiba baru-baru ini, tidak terjadinya puting beliung tetapi bencana banjir juga menjadi ancaman. Selama Januari 2012 tercatat 15 catatan banjir yang melanda lebih dari 20 kabupaten dan kota.
“Puting beliung dan tanah longsor diprediksi akan terus meningkat selama musim pengujan di tahun ini,” kata Sutopo.  
Adapun sepanjang 2011 silam, sebanyak 1.598 bencana yang terjadi. Jumlah meninggal mencapai 834 orang. Menderita dan mengungsi sebanyak 325.361 orang. Laporan ini masih bersifat sementara dikarenakan data secara keseluruhan masih belum terkumpul. Bencana hidrometeorologi merupakan jenis bencana yang banyak terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun. (mas/asr)

Bencana Banjir


Banjir di Sejumlah Daerah Masih Berlangsung
Senin, 2 Januari 2012 | 05:40 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com- Di awal tahun ini hujan, banjir, dan longsor, akan terus mewarnai pemberitaan media massa. Badan Meteorologi dan Klimatologi memprakirakan, potensi banjir terjadi hampir di semua daerah, termasuk Jakarta, terutama antara Januari hingga pertengahan Februari. Di akhir Desember hingga hari pertama 2012 kemarin, misalnya, banjir telah terjadi di Brebes akibat jebolnya tanggul di tiga sungai kecil di kabupaten ujung barat Jawa Tengah bagian utara itu. Banjir bahkan sempat membuat menggenangi jalur pantura, sehingga membuat lalu lintas macet.
Di petang hari, Kali Code di Yogyakarta juga naik akibat hujan lebat di lereng Gunung Merapi dan Kota Yogyakarta. Banjir lahar dingin bahkan sudah menerjang sejumlah desa di Kabupaten Klaten, terutama di aliran Kaliworo. Hujan lebat di Solo dan sekitarnya juga membuat sejumlah sungai di Sragen meluap dan menggenangi jalur utama Solo-Sragen-Surabaya. Lalu lintas sempat terputus, karena tinggi genangan mencapai satu meter.
Menjelang tengah malam, Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kota Solo akhirnya meluap. Sejumlah kampung di Jebres tergenang, termasuk rumah Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Pagi ini dilaporkan, sejumlah desa di Nganjuk, Jawa Timur, juga dilanda banjir. Empat rumah dilaporkan roboh.
http://nasional.kompas.com/read/2012…ih.Berlangsung
Banjir Mulai Landa Sumatera Selatan
Senin, 09/01/2012 01:57 WIB
Palembang – Hujan deras yang turun hampir setiap hari di wilayah pedalaman Sumatera Selatan, selama sebulan terakhir, mulai menyebabkan banjir di sejumlah pemukiman penduduk. Terutama yang berada di tepian sungai. Setelah Musirawas dan Lahat, kini giliran sejumlah wilayah di
kabupaten Muaraenim. Di Muaraenim, banjir terjadi dusun di Desa Pagar Jati, Kecamatan Benakat.
Di desa itu, ratusan rumah mulai terendam banjir. Banjir yang terjadi sudah cukup parah, jika air pasang ketinggian air dapat mencapai tiga meter, sehingga rumah panggung pun mulai lantainya mulai tersentuh air. Jalanan pun terendam. Meskipun belum menyebabkan terhenti aktivitas, seperti sekolah dan berhubungan dengan desa lain, tapi banjir ini sangat menganggu aktivitas.
Warga terpaksa naik ojek perahu atau ojek sepeda motor jika air tidak terlalu tinggi. Banjir tersebut diperkirakan beberapa anak Sungai Lematang, seperti Sungai Benakat, yang di dekat desa tersebut, meluap. Luapan ini selain akibat curah hujan tinggi, dangkalnya badan sungai, juga adanya kiriman dari daerah huluan Muaraenim, seperti Lahat.
Memang, selama beberapa tahun terakhir, banjir selalu terjadi di desa
tersebut. Sehingga untuk mengatasinya, selain meningginya ruas jalan
desa, juga pengerukan terhadap Sungai Benakat.
http://www.detiknews..com/read/2012/…elatan?9922032
Awal 2012, Banjir Ancam 10 Daerah di Pulau Jawa
Senin, 02 Jan 2012 – 10.20 WIB
Jakarta – Memasuki Januari sebagai puncak curah hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan terancam banjir yang hampir bersamaan. Kepala Pusat Data Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, memasuki tahun baru 2012, sepuluh wilayah akan terlanda banjir dalam waktu yang hampir bersamaan. Tercatat, Solo, Sragen, Sleman, Kota Yogyakarta, Klaten, Brebes, Nganjuk, Pasuruan, Bungo, dan Banjar. "Sebagian terkena banjir tadi malam dan sebagian hari ini," terang Sutopo kepada centroOne.com, Senin (2/1).
Sutopo menjelaskan, hujan lebat di Solo dan sekitarnya menyebabkan sungai Bengawan Solo meluap sehingga Kota Solo terendam banjir. Sejumlah sungai di Sragen meluap dan menggenangi jalur utama Solo-Sragen-Surabaya. "Lalu lintas sempat terputus, karena tinggi genangan mencapai satu meter," ujarnya. Selain itu, Sutopo juga membeberkan bahwa hujan lebat yang menguyur Sleman menyebabkan banjir pada beberapa daerah yang sebelumnya tidak pernah terjadi banjir. "Diperkirakan petang hari, Kali Code di Yogyakarta juga naik akibat hujan lebat di lereng Gunung Merapi dan Kota Yogyakarta. Banjir lahar dingin bahkan sudah menerjang sejumlah desa di Kabupaten Klaten, terutama di aliran Kaliworo," tambah Sutopo.
http://www.centroone.com/news/2012/0…di-pulau-jawa/
WILAYAH NUSANTARA YANG SAAT INI DILAPORKAN TERLANDA BANJIR
1.         BANDUNG-JABAR, 08/01/2012
Korban Banjir Bersihkan Rumahnya
2.      BANTUL-YOGYA, 08 Januari 2012
Kerugian Banjir di Bantul Capai Rp 24 Miliar
3.      INDRAMAYU-JABAR, 8 Januari 2012
Banjir di Indramayu Semakin Parah, Ribuan Rumah dan Tanaman Padi Terendam
4.      SAMBAS-KALBAR, Sabtu, 7 Januari 2012
Sepantai Dikepung Banjir
5.      KENDAL-JATENG, Minggu, 8 Januari 2012
Kantor Bupati Kendal Terendam Banjir
6.      NGANJUK-JATIM, Minggu, 8 Januari 2012
Banjir Bandang Terjang Ribuan Rumah Warga di Nganjuk
7.       KARAWANG-JABAR, Minggu, 8 Januari 2012
Sejumlah daerah pesisir utara Karawang mulai banjir
8.      DENPASAR-BALI, Minggu, 08 Januari 2012
Banjir Landa Denpasar

Bengawan Solo sedang meluap, 10 daerah di jawa terancam banjir bersamaan
Ini himbauan saja untuk Pejabat di negeri ini, baik di Pemerintahan maupun di DPR, agar kalian lebih fokus kepada bencana yang sedang menimpa saudara-saudara se bangsa di berbagai wilayah tanah air. Sisihkan dulu pertikaian politik untuk kepentingan diri sendiri. Kinilah saatnya kalian lebih menaruh perhatian pada penderitaan rakyat. Tunjukkan ‘sense of crisis‘ kalian saat ini. Kalau kalian tetap cuek, tetap asyik dengan pertikaian politik semata (sampai lubang tinja pun didebatkan), siap-siap saja laknat Tuhan akan menimpa diri kalian semua!
Banjir 2012: INDONESIA Mulai Dikepung Banjir di Berbagai Wilayahnya! Tanggapan Pusat?

Gempa Aceh 8,5 SR


Metrotvnewscom, Banda Aceh : Masyarakat di wilayah Sumatra, terutama Aceh, Rabu sore kemarin, kembali dibuat panik dan ketakutan akibat gempa berkekuatan 8,5 pada Skala Richter yang mengguncang wilayah mereka. Bayangan tragedi tsunami tahun 2004 terulang menghantui mereka.
Warga di hampir seluruh wilayah Aceh berhamburan menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang lebih tinggi. Namun, hingga dua jam berlalu, tsunami yang mengantui warga, tidak terjadi. Gelombang tsunami yang ditimbulkan sangat kecil, hanya berketinggian di bawah satu meter.
Gempa Rabu kemarin itu berbeda jauh dengan gempa yang mengguncang Aceh pada tahun 2004. Saat itu, 8 tahun silam, gempa berkekuatan 9,1 SR langsung disusul gelombang tsunami besar yang menyapu wilayah Aceh. Ratusan ribu jiwa melayang saat itu.
Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, ada tiga syarat yang harus dipenuhi sehingga gempa akan menumbulkan gelombang tsunami besar, yakni besaran gempa, kedalaman gempa, dan pergeseran vertikal.
Hal senada diungkapkan Subandono Diposaptono, Direktur Tata Ruang Laut dan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurut dia, gempa Aceh kemarin berbeda dengan gempa Aceh 2004. Lokasi gempa 2004 berada di sepanjang zona subduksi pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Sedang gempa kemarin berlokasi hanya di lempeng Indo-Australia. Kepada Antara, Sutopo mengatakan gempa kemarin merupakan gempa intraplate, bukan interplate seperti gempa Aceh berkekuatan 9,1 SR pada 26 Desember 2004. Gempa intraplate tidak menyebabkan tsunami besar seperti halnya gempa interplate yang berada di zona subduksi.
Gempa kali ini hanya menyebabkan gerakan mendatar yang menyebabkan getaran dan riak gelombang di lautan. Kalaupun ada tsunami paling-paling tingginya hanya 10-20 centimeter, atau paling tinggi tak lebih dari semeter.(DSY)

Rabu, 11 April 2012

"Kasus Mesuji berawal dari sengketa lahan"

Pekanbaru (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, Azis Syamsuddin, berpendapat sengketa tanah merupakan akar masalah utama Kasus Mesuji di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, juga konflik di beberapa daerah lainnya, termasuk di Riau. "Akar masalahnya adalah sengketa tanah sebagai ekses pelepasan lahan yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk mencari penghidupan di lahan tersebut," katanya kepada ANTARA Pekanbaru, melalui jejaring komunikasi, Minggu. Doktor ilmu hukum dan juga Wakil Ketua Komisi III ini, merupakan salah satu anggota tim DPR RI yang tengah mencari masukan tentang Kasus Mesuji tersebut, langsung di lokasinya, di Provinsi Lampung. "Temuan awal menunjukkan, konflik yang memicu tewasnya warga, berawal dari sengketa lahan. Inilah yang perlu ditata. Tetapi, dugaan adanya tindak pidana dan bahkan pelanggaran HAM, harus juga ditelusuri serta diproses benar," kata politisi muda Partai Golkar tersebut. Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima (Fraksi PDI Perjuangan), mengaku, Kasus Mesuji di Provinsi Lampung dan sekitarnya ini, benar-benar menyentak nurani. "Rakyat, yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau petani penggarap, harus menghadapi kekerasan senjata, hanya karena mereka hendak mempertahankan lahan garapannya," ungkapnya. "Petani, apalagi petani penggarap, sebenarnya tidak bermaksud memiliki lahan atau tanah yang ada. Tetapi hanya ingin mengolah tanah untuk menyambung hidup," kata Aria Bima.
(ANT-326)