Tampilkan postingan dengan label Remaja Masa Kini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja Masa Kini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

PERKEMBANGAN AGAMA PADA REMAJA MASA KINI


Sebelum membicarakan agama pada remaja, kiranya lebih baik kita mengetahui apa yang dimaksud dengan remaja, umur berapakah seseorang itu dipandang sebagai remaja?, Apakah fitur-fitur dari seorang remaja?, Bagaimana jiwa mereka?, Apakah problema-problema pokok yang sedang meliputi kehidupan seorang remaja?, setelah itu barulah kita meninjau, bagaimana agama seorang remaja, apa pengaruh keyakinan agama terhadap remaja.
Tanpa kita mengetahui masalah tersebut kitakita akan sulit memahami sikap dan perilaku remaja. Berapa banyaknya orang tua yang mengeluh, bahkan bersusah hati, karena anak-anaknya yang telah menjadi remaja itu kini menjadi keras kepala, sulit diatur, mudah tersinggung, sering melawan dan sebagainya. Bahkan ada orang tua yang benar-benar panik memikirkan perilaku anak-anaknyayang telah remaja, seperti sering bertengkar, membuat perilaku-perilaku yang melanggar aturanatau nilai-nilai moral dan norma-norma agama. Sehingga timbul anak-anak yang oleh masyarakat dikatakan nakal. " cross boy " atau " cross girl " . Disamping itu tidak sedikit pula jumlahnya remaja-remaja yang merasa tidak mendapat tempat dalam masyarakat dewasa, bahkan diantara mereka ada yang merasa sedih dan penuh penderitaan dalam hidupnya, mereka merasa tidak dihargai, merasa tidak disayangi oleh orang tuanya, bahkan merasa dibenci dan dihina. Sehingga mereka mecoba mencari jalan sendiri untuk membela dan mempertahankanharaga dirinya, maka di tentangnya segala nilaiyang dijunjung tinggi oleh masyarakat, mereka ingin hidup lepas, bebas dari segala ikatan, maka timbulah golongan-golongan remaja seperti hippies dan sebagainya.
Umur berapa remaja itu mulai? Dan kapan pula berakhirnya?. Dalam menjawab pertanyaan ini, anggota jiwa tidak sependapat. Karena memang dalam kenyataan hidup, umur awal dan berakhirnya masa remaja itu berada dari seorang kepada yang lain. Tergantung pada masing-masing individu dan masyarakat dimana individuitu hidup.
Sbenarnya masa remaja adalah maa transisi, yang ditempuh oleh seseorang dari anak-anak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa anak-anak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinnya secara sempurna, kecerdassan, emosi dan hubungan social belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih tergantung pada orang dewasa, belum dapat diberi tanggng jawab atas segala hal. Dan mereka menerima posisi seperti itu.
Karena itulah maka ahli-ahli jiwa tidak memiliki kata sepakat tentang betapa panjangnya masa remaja tersebut, maka mereka hanya sepakat dalam penentuan awal masa remaja, yaitudengan dimulainya kegoncangan, yang ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi) pertama untuk wanita, dan Mimpi pada pria.kejadian yang menentukan ini tidak sama antara satu anak dengan anak yang lainnya, ada yang dimulai pada umur 12 Tahun, tapi ada pula yang baru berumur 11 Tahun. Tapi secara rata-rata terjadi pada usia 13 Tahun sebagai awal masa remaja (Adolesen) sedangkan akhir masa remaja itu, bermacam-macam seperti yang kita terangkan diatas, ahli-ahli tidak sepakat dalam hal ini. Ada yang mengatakan berumur 15 tahun, ada pula yang mengatakan berumur 18 tahun, bahkan dalam bidang kemantapan beragama umur itu oleh ahli jiwa di perpanjang lagi sampai 24 atau 25 tahun. Batas-batas umur yang bermacam-macam itu baik yang berumur 15, 18, 21, maupun 25 tqhun adalah wajar dan cocok untuk masing-masing masyarakat, sesuai dengan nilai dan ukurannya sendiri.
Kendatipun bermacam-macam umur yang di tentukan sebagai batas yang menentukan masa remaja, namun pada umumnya para ahli mengambil patokan ± antara 13-21 tahun adalah umur remaja.
Sedang yang khususnya tentang perkembangan jiwa agama dapat diperpanjangn menjadi ± 13-24 tahun.
Masa remaja, adalah masa penuh waktu kegoncangan jiwa, berada dalam masa transisi atqu diatas jembatan goyang, yang menghubungkan masa anak-anak yang penuh keberntungan, dengan masa dewasa yang matang dan berdiri sendiri.
Kendatipun masa remaja itu tidak ada batas umur yang tegas, yang apat ditujukan, namun dapat kita kira-kirakan dan perhitungkan sesuai dengan masyarakat lingkugan remaja itu sendiri. Kendtipun besar atau kecil kegoncangan yang dialami oleh remaja-remaja dari berbagai tingkat masyarakat, namun dapat dipastikan bahwa kegoncangan remaja itu ada terjadi. Dalam kondisi jiwa yang demikian, agama memiliki peranan penting dalam kehidupan remaja. Memang, terkadang kita melihat keyakinan remaja terombang ambing, tidak tetap, bahkan kadang-kadang berubah, sesuai dengan perubahan perasaan yang dilaluinya. Suatu hal yang tidak bisa disangkal, adlah bahwa remaja-remaja itu secara potensial telah beragama.
Jika kita ingin meneliti dan mempelajari perkembangan perasaan agama pada remaja, kiranyta kita tidak dapat mengabaikan faktpor-faktor terpenting dalam pertumbuhan remaja itu, antara lain:
1. Pertumbuhan Mental Remaja
Ide-ide agama, dasar-dasar keyakinan dan pokok-pokok ajaran agama, pada dasarnya diterima oleh seseorang pada masa kecilnya, ide-ide dan pokok ajaran-ajaran agama yang diterimanya pada waktu kecil itu akan berkembang dan bertambah subur, ketika anak atau remaja dalam menganut kepercayaan itu tidak mendapat kritik-krtitikan dalam hal agama itu. Dan apa yang tumbuh dari kecil itulah yang menjadi keyakinan yang dipegangnya melalui pengalaman-pengalaman yang dialaminya atau dirasakannya.
Kapan seorang anak bisa mengerti hal-hal yang Ringkasan itu?
Alfred Binet, seorang psikologis perancisyanghidup pada tahun 1857-1911, yang terkenal dalam usahanyauntuk menentukan kecerdasan anak-anak dengan tesnya yang terkenal dengan "test binnet / simon". Yang buat pertama kali diperkenalkan Intelligence Quotient ( IQ ) pada taun 1905. Binnet berpendapat, bahwa kemampuan untuk mengerti masalah-masalah yang abstrak, tidak sempurna perkembangannya sebelum mencapai usia 12 tahun. Dan kemampuan untuk mengambil kesimpulan yang abstrak dari fakta fakta yang ada, baru tampak pada umur 14 tahun. Itulah sebabnya maka pada mur 14 tahun itu, anak telah dapzt menolak saran-saran yang tiak dimengertinya dan mereka sudah dapat mengkritik pendapat-pendapat tertentu yang berlawqnan dengan kesimpulan yang diambilnya.
Remaja-remaja yang mendapat didikan agama dengan cara tidak member kesempatan untuk berpikir logis dan mengkritik pendapat-pendapat yang tidak masuk akal , disertai pula oleh kehidupan lingkungan dan orang tua, yang juga menganut agama yang sama, maka kekhawatiran pada masa remaja itu sangat kurang. Remaja-remaja akan merasa gelisah dan kurang aman apabila agama atau keyakinannya berbeda dengan yang dianut oleh orang tuanya.keyakinan orang tua dan keteguhannya dalam menjalankan ibadah, serta memelihara nilai-nilai agama alam hidupnya sehari-hari menolong remaja dari kekhawatiran agama.
Setelah perkembangan mental remaja sampai kepada mampu menerima atau menolak ide-ide atau pengertian-pengertian yang abstrak, maka pandangannya terhadap alam dengan segala isi dan peristiwanya berubah, dari mau menerima tanpa pengertian, menjadi menerima dengan analisis.
Perkembangan mental remaja kea rah berpikir logis (falsafi) itu, juga mempengaruhi pandangannya dan keyakinannya kepada tuhan. Karena mereka tidak dapat melupakan tuhan dari segala peristiwa yang terjadi di ala mini.
Kepercayaan remaja akan hari kiamat, hari pembalasan, dimana setiap orang akan menerima ganjaran atau siksaan sesuai dengan perbuatannya di dunia, akan menyebabkan ragu pula akan keadilan tuhan, saat ia melihat adanya (banyak) orang yang terpaksa dalam perbuatannya. Misalnya seorang Gadis yang berumur 18 tahun sebagi berikut:
"Kalaupun saya akan dihukum oleh tuhan karena durhaka kepada orang tua, apa boleh buat; tapi saya akan protes kepada-Nya, karena saya durhaka bukan karena keinginan saya, tapi karena perlakuan merekalah yang menyebabkan saya duraka, mereka kejam, kasqar dan sering menyakiti saya . "
Gadis yang merasa sakit hati dan tidak senang hati atas perlakuan orang tuanya yang tidak bijak sana, merasa tidak adilah Tuhan, saat kedurhakaannya kepda orang tuanya itu akan menyebabkannya dihukum di akhirat nanti.
2. Masalah Mati dan Kekekalan
Pada masa remaja telah dapat dipahami bahwa mati itu adalah suatu dapat yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang, bahkan mati itu adalh fenomena alamiah yang harus terjadi. Pemikiran remaja tentang hal ini adalah terdorong oleh kepentingan emosi yang dirasakannya dan yang terjadi disekitar lingkungannya yang menimpa seluruh makluk hidup. Kendatipun pemiran tentang mati itu telah meningkat, namun mereka tidak menghilangkan kegelisahan, yang mengambil bentuk sebagai berikut:
a. Takut berpisah dengan keluarga
b. Takut dirinya akan mati, karena
1) Berpisah dengan orang tua yang disayanginya dan khawatir akan meninggalnya mereka.
2) Rasa dosa, takut bertemu dengan Allah seolah-0lah takut mati itu sebanarnya adalah takut akan hukuman akhirat.
3) Takut mati karena ambisinya. Memang pada masa remaja, ambisi itu adalah suatu cirri khasnya. Remaja lebih banyak khayalan dan cita-cita, dan takut tidak akan tercapai cita-cita itu.
Keyakinan itu akan mengurangi kecemasan terhadap mati, kepada yang berhubungan itu, yaitu neraka dengan apinya, dan surge dengan kenikmatannya, jika kegelisahan itu bertambah, maka hidup ini tidak akan dirasakan berarti lagi. Maka takut akan neraka dan harao akan masuk surge dalam ajaran agama.
Setelah mati diakui dan diterima oleh remaja, maka ada diantaranya yang ingin mati, mungkin ini disebabkan adanya gambaran tentang negative takut mati (Reaction formation) psikoanalisa . Atau karena ingin lari dari kesulitan hidup yang dialaminya. Bahkan ada orang yang seolah-olah menghadang mati, sebenarnya ia ingin tetap dalam bentuk apapun.
3. Emosi dan Pengaruhnya Terhadap Kepercayaan agama
Sesungguhnya emosi memegang peranan penting dalam sikap dan tindak agama. Tidak ada satu sikap atau tindak agama seseorang yang dapat dipahami, tanpa mengindahkan emosinya. Karena itu, dalam meneliti atau mempelajari perkembangan ilmu jiwa agama pada seseorang, perlu diperhtikan seluruh fungsi-fungsi jiwanya sebagai kebulatan.
Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacam perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain. Diantara sebab-sebab atau sumber-sumber kegoncangan emosi pada remaja, adalah konflik ata pertentangan yang terjadi pada remaja dalam kehidupan.
Diantara konflik yang membingungkan dan mengelisahkan remaja adalah, jika mereka merasa atau mengetahui adanya pertentangan ajaran agama dan ilmu pengetahuan, maka remaja akan gelisah dan mungkin akan menggoncangkan keyakinannya yang telah tertanam itu. Diantara konflik atau pertentangan yang terjadi dalam remaja adalah adanya dorongan-dorongan sex. Menurut Kinsey, seorang psikolog asal Amerika berpendapat bahwa doronan sex itu telah menyebabkan ± 90% dari remaja Amerika melakukan perbuatan onani. Di Negara-negara yang agamanya kuat, berbuat onani itu, sering kali menyebabkan pqrq remaja menjadi gelisah, kegelisahan ini yang membuat gelombang-gelombang keyakinan terhadap mereka, kadang menjadi rajin shalat, ata berdoa kepada Allah.tapi kadang ia menjadi putus asadan menjadi acuh kepada agama. Bila kita tahu bahwa masa remaja adalah masa yang tidak stabil emosinya dimana perasaan sering tidak tentram, maka keyakinanpun akan terlihat maju mundur ( ambivalen ) dan pandangannya terhadap tuhan akan bervariasi sesuai dengan kondisi emosinya. Dalam hal ini kita dapat mengetahui bagaimana pendapat remaja tentang:
a. Sifa-sifat Tuhan
Bila seorang menyebutkan nama sifat-sifat Tuhan, hal ini tidak timbul dari keyakinannya yang telah tetap, akan timbul dari sikap emosi dan kondisi jiwanya pada waktu itu.
b. Perasaan Agama yang kembar ( ambivalen )
Keyakinan akan sifat tuhan yang banyak itu berubah-ubah sesuai dengan kondisi emosinya, dan ia mengalami keyakinan yang maju mundur. Kadang terasa sekali olehnya keyakinan kepada tuhan, terasa dekat, seolah-olah dia berdialog langsung keoada tuhan. Tapi terkadang ia merasa jauh, tidak dapat memusatkan pikiran waktu bertdoa atau sembahyang. Kondisi keimanan yang yang kembar (maju-mundur) itu adalah satu ciri khas remaja, yang sedang mengalami kegoncangan emosi.
4. Perkembangan Moral dan Hubungannya dengan Agama
Agama memiliki peran penting dalam pengendalian moral seseorang. Tapi harus diingat bahwa pengertian tentang agama, tidak otomatis sama dengan bermoral. Betapa banyak orang yang mengerti agama, tapi moralnya merosot. Dan tidak sedikit pula orang yang tidak mengerti agama sama sekali, tapi moralnya cukup baik.
Oleh sebab itu, seorang peneliti ilmu jiwa agama harus mempelajari pula dinamika dan perkembangan moral, agar dapat memahami bagaimana peranan agama dalam moral, dan agama itu dapat menjadi pengendali moral.kita akan melihat betapa erat hubungan agama dengan ibadah-ibadah dan moral. Untuk lebih jelas, dapat kita lihat sangkut paut keyakinan beragama dengan moral remaja terutama dalam masalah-masalah berikut:
a. Tuhan sebagai Penolong Moral
Tuhan untuk seorang remaja adalah keharusan moral, pada masa remaja itu, Tuhan lebih menonjol sebagai penolong moral, dari cadangan emosi. Andaikata kadang-kadang pikiran pada masa remaja itu berontak dan ingin mengingkari ujud Allah, atau ragu-ragu kepadanya, namun tetap ada suatu hal yang menghubungkan dengan Allah yaitu kebutuhannya untuk mengendalikannya moral.
b. Pengertian Surga dan Neraka.
Kebanyakan remaja memikirkan alam lain, bukan untuk tempat senang-senang atau tempat siksaan jasmani, akan tetapi sebagai lambang untuk pikiran pembalasan atau lambing kebahagiaan yang ingin dicapainya dan terlepas dari kegoncangan remaja yang tidak menyenangkan itu.
c. Pengertian tentang Malaikat dan Setan.
Mereka sadar betapa erat hubungan setan dengan malaikat itu dengan dirinya, mereka menyadari adanya hubungan yang erat antara setan dengan dorongan jahat yang ada dalam dirinya, dan hubungan dengan malaikat dengan moral dan keindahannya yang ideal, demikian pula hubungan surga deengan ketentraman batin dan kekuasaan yang baik , juga antara neraka dengan ketenangan batin dan hukuman-hukuman atas dosa.
5. Peringkat Remaja dalam Masyarakat dan pengaruhnya terhadap keyakinannya.
Sikap atau perlakuan Masyarakat yang kurang memberikan posisi yang jelas bagi remaja itu, sering pula mempertajam rasa konflik yang sebenarnya telah ada pada remaja, mereka mengharapkan bimbingan dan kepercayaan orang dewasa, terutama keluarganya, tapi di lain pihak mereka ingin bebas, terlepas dari kekuasaan dan kritikan -kritikan orang dewasa, mereka akan menemukan orang-orang lain yang dapat merek jadikan teladan atau pahlawan (hero), sebagai pengganti orang tua atau orang-orang yang biasa menasihati mereka. Seandainya yang menjadi hero tersebut baik, maka pengaruhnya juga baik tapi kalau ia tidak baik, maka pengaruhnya juga kurang baik.
Kecenderungan seorang remaja untuk ikut aktif dalam kegiatan agama sebenarnya ada dan bisa dipupuk, asal lembaga keagamaan tersebut dapat sesuai sertakan remaja dan member posisi yang pasti kepada mereka.Kebijaksanaan pemimpin agama yang dapat menyadari bahwa remaja memiliki dorongan dan kebutuhan social yang harus dipenuhi, akan dapat menggerakan remaja itu ikut aktif dalam agama.
6. Sikap Remaja Terhadap Agama
a. Percaya turut-turutan.
b. Percaya dengan kesadaran yang timbul dari semangat positif dan semangat khurafi (unsure-unsur luar yang tercampur dengan agama).
c. Kekhawatiran Beragama.
d. Tidak percaya tuhan.
Sumber: http://starawaji.wordpress.com

Kamis, 12 April 2012

Tips Syiar untuk Remaja Muslim


Apakah kamu remaja muslim / muslimah yang sedang kesulitan untuk memelihara keimanan atau mensyiarkan Islam di tengah komunitas non muslim? atau mungkin teman-teman kamu sekarang anak-anak muslim yang 'terlalu gaul' sehingga melupakan ajarannya? atau mungkin saat ini kamu sedang belajar di negara orang yang mayoritas beragama non islam? Jika demikian, mohon luangkan waktu sedikit untuk membaca tips-tips berikut ini. Insya Allah ada hal positif yang bisa membantu kamu
1.         Luruskan dan niatkan setiap kegiatan kamu hanya untuk Allah SWT.
Kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang kamu lakukan, baik sendirian maupun bersama teman-teman, usahakan selalu mengingat Allah SWT. Berdoalah dan niatkanlah semuanya hanya demi Allah SWT.
2.       Praktekkan selalu apa yang kamu katakan.
Kerjakanlah selalu apa yang kamu katakan pada teman-teman. Yakinkan teman-teman kamu bahwa Islam memang menjadi panduan hidup dan selalu konsisten kamu kerjakan.
3.       Teladani Al-Qur'an dan Sirah Rosulullah SAW dalam mensyiarkan Islam.
Banyak sekali pelajaran tentang cara syiar Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam yang ada di Al-Qur'an dan sirahnya.Gunakan itu sebagai panduan syiar Islam kamu.
4.       Jangan menilai teman kamu hanya dari wajah atau penampilannya.
Terkadang wajah dan penampilan bisa menipu. Bisa saja teman kamu yang pendiam dan sopan ternyata punya pekerjaan sampingan sebagai penari striptis, atau sebaliknya, bisa saja teman kamu yang nyentrik dan gaul, ternyata adalah seorang muslim yang taat. Hadapilah setiap orang dengan sikap yang sama, seakan-akan kamu belum mengenal mereka.
5.       Tersenyumlah 
Banyak sekali kita jumpai muslim yang taat menunjukkan wajah serius bahkan terlihat sebal jika diantara kalangan non muslim. Salah! Seperti kata Pak Mario Teguh, Tersenyumlah! dan perhatikan apa yang terjadi
6.       Ambillah inisiatif pertama jika bepergian bersama mereka.
Usahakan selalu ambil inisiatif pertama jika akan bepergian. Jauhkan teman-teman kamu dari tempat-tempat yang tidak baik.
7.       Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu tetap relevan kapanpun juga.
Banyak orang yang beranggapan bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa ajaran Islam itu relevan kapanpun juga.
8.       Ajaklah mereka untuk ikut kegiatan sosial bersama kamu.
Ketika ada kegiatan amal atau sosial, ajaklah teman-teman kamu untuk ikut serta. Partisipasi mereka akan banyak berpengaruh positif pada kedekatan kamu dengan mereka, dan terbukanya hati mereka untuk menolong sesama.
9.       Tanyakan kepada mereka 4 hal mendasar.
Pada setiap kesempatan, pancinglah mereka untuk menjawab 4 pertanyaan ajaib ini. Empat pertanyaan ini seringkali dapat dengan mudah mengarahkan pembicaraan kepada Allah dan Islam dengan halus.
a. Apa tujuan hidup kamu dan apa yang membuat kamu bahagia secara jujur
​​dari hati terdalam?
b. Apa sih yang kamu percayai?
c. Kepada siapa seharusnya kita berterimakasih atas semua nikmat ini?
d. Apakah semua keberhasilan kamu sampai hari ini tanpa bantuan orang lain?
10.     Lakukan dan tunjukkan kepada mereka bahwa sholat 5 waktu itu terpenting dari semua kegiatan.
Tunjukkan pada mereka bahwa sholat 5 waktu itu adalah yang terpenting dalam semua waktu kamu. Katakanlah pada mereka bahwa itulah saat-saat kita berhubungan langsung dengan Allah SWT dan saat itu, kita bisa meminta bantuan apapun kepada-Nya. Jika teman kamu sedang mengalami masalah, ajaklah dia untuk berdoa atau bahkan ikut sholat dengan kamu.
11.       Angkatlah sikap-sikap orang dewasa yang positif di depan teman-temanmu.
Seringkali anak-anak muda menganggap orang dewasa (termasuk orang tua mereka) kuno dan-maaf-'bodoh'. Tunjukkan rasa hormat kamu pada orang-orang dewasa dan pujilah sikap orang dewasa yang positif, misalnya: ketika ada yang menolong anak muda lain, atau ketika ada da'i yang memberikan dakwah yang menarik, atau ketika ada yang memberi sumbangan dana untuk bencana, dll . Hal-hal itu tidak hanya akan membuka perspektif baru untuk teman-teman kamu, tapi juga akan membuat mereka lebih hormat pada orang tua mereka. Ingatlah, hormat kepada orang tua sangat dinilai tinggi dalam Islam.
12.     Dukunglah dan bantulah teman kamu yang meneladani atau mulai mengikuti ajaran Islam.
Ketika pada akhirnya ada seorang teman kamu yang tertarik dan berusaha mengikuti ajaran Islam, segera bantu dan dukunglah dia semaksimal mungkin. Hadirlah selalu di dekatnya agar imannya yang masih lemah terus terbina dengan kehadiran kamu.

Semoga hal-hal di atas bisa membantu kamu. Ingatlah bahwa dakwah itu bukan hak seorang muslim, tapi merupakan KEWAJIBAN kita. Setiap kita punya tugas untuk mensyiarkan cahaya Islam kepada siapapun juga, dimanapun kita berada dan siapapun teman-teman kita. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan meridhoi langkah kita. Amiiin. Sukses teman-teman

Houston – Remaja-remaja muslim asal Indonesia melakukan bakti sosial memberi makan tuna wisma di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS).




Remaja Muslim Indonesia yang didukung Masyarakat Muslim Indonesia dan keluarga besar KJRI Houston, Minggu (26/2) sekitar pukul 07.45 waktu setempat, melakukan bakti sosial dengan menyediakan sarapan pagi kepada 225 tuna wisma di Down Town Houston.
Kegiatan bakti sosial yang sekaligus menjadi sarana mendidik para remaja Muslim Indonesia untuk peduli kepada anggota masyarakat tidak mampu yang hidup disekitar mereka.
“Ini merupakan tindak lanjut dari ajaran Islam yang telah didapatkan dari pengajian-pengajian rutin sebelumnya,” demikian dilansir siaran pers Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Houston.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh INAMY (Indonesian north American Muslim Youth) bekerjasama dengan ICMI dan KJRI Houston, dimulai dengan salat Subuh berjamaah di musholla KJRI Houston.
Kemudian dilanjutkan dengan mengolah sarapan pagi sandwich, kentang goreng dan jus buah yang dimasukkan ke dalam breakfast bag. Terlihat kegembiraan dan keseriusan diwajah para jamaah yang berpartisipasi pada kegiatan mulia ini.
Saat para remaja membagi-bagikan sarapan kepada tuna wisma yang telah menunggu dipagi hari dingin, terdengar beberapa ungkapan para homeless. Seperti God bless you brother, thank you sister atau Obama will be remembered.
“Ini mungkin terucap saat melihat para remaja putri dan ibu-ibu mengenakan jilbab dan mengetahui bahwa masa kecil Presiden Barack Obama pernah tinggal di Indonesia,” lanjutnya.
Setelah melakukan evaluasi dan tanya jawab kepada para remaja, kegiatan bakti sosial yang dilakukan melalui kerjasama dengan the Beacon Houston, sebuah lembaga sosial katolik di Houston, akan dilanjutkan menjadi kegiatan rutin sebulan sekali.
Selain memberi makan tuna wisma, telah disepakati program tiga bulan mendatang akan diisi dengan kunjungan ke Panti Jompo, anak-anak penderita kanker di MD Anderson Cancer Center.
Sumber : INILAH.COM

Rabu, 11 April 2012

Kegiatan Positif Remaja

Remaja masa kini lebih menggunakan waktu senggangnya untuk hal-hal yang mereka anggap menyenangkan, tanpa memerhatikan segi positif maupun segi negatifnya.
memang tidak semua yang mereka lakukan berdampak negatif. tapi sebagian besar dari mereka lebih menggunakan waktu sengganganya untuk bermain.
banyak contoh kegiatan yang sering dilakukan remaja sekarang yang kurang membawa dampak positif. seperti saja bemain playstation, game online, dan tentu masih banyak lagi.
tetapi masih banyak juga kegiatan mengasyikkan yang sebenarnya tetap membawa dampak positif seperti mengembangkan seni kebudayaan, berorganisasi, maupun bermain yang dapat mengasah kemampuan diri.
sebenarnya banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan oleh para remaja yang berdampak positif, tapi mereka masih terus saja beranggapan bahwa itu semua jauh lebih membosankan.
melakukan sesuatu yang bermanfaat itu tidak terlalu rumit, asal kita dapat meninovasikan suatu hal itu menjadi kebiasaan yang sangat mengasyikan, dan tentunya membawa dampak positif yang besar.

Berikut ini adalah contoh kegiatan yang positif oleh remaja sekarang : 
- Mengikuti Kegiatan Pramuka
- Mengikuti Pengajian
- Kerja Kelompok
- Bakti Sosial


Gaya Hidup “Bebas” Remaja Masa Kini



Setelah kita memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik, media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan memberikan nilai positif sekaligus negatif. Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi masing-masing. Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Begitu juga, handphone yang telah membantu komunikasi sesama manusia untuk kapan saja meskipun satu dengan yang lainnya berada di dunia Utara-Selatan atau belahan Timur – Laut.
Teknologi + Kebebasan – Edukasi = Kehancuran
Setiap teknologi memberikan efek positif dan negatif . Maraknya penggunaan ponsel telah menurunkan interaksi individu secara langsung. Hal ini akan cenderung membuat pola hidup manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini tentunya dapat dikurangi bahkan dihindari jika saja si pengguna memiliki pemahaman/pengetahuan, etika dan sikap yang kuat (bijak-positif) untuk memanfaatkan sesuatu secara selektif dan tepat guna.
Inilah titik permasalahannya bagi anak dan remaja. Penyaring internal (pemahamam, etika dan sikap) anak dan remaja kita masih sangat rapuh. Di era kompleksitas arus kehidupan saat ini, orang tua (terutama di perkotaan) telah kehilangan daya mendidik dan membangun keluarga bagi anak-anaknya. Hal ini diperparah dengan maraknya “racun-racun” yang diterima oleh anak-anak kita saat ini. Adegan-adegan kekerasan, seksual, mistik, dan hedonisme di media TV, koran dan internet, serta sistem pendidikan sekolah yang gagal membangun karakter anak, telah menyerang anak-anak kita saat ini.
Di sisi lain, rendahnya regulasi dan law inforcement dari pemerintah dan aparaturnya, telah menyebabkan oknum-oknum perusak generasi muda kita “berkembang biak: secara pesat. KKN antara pihak penguasa dengan pengusaha dalam regulasi, publikasi dan distribusi media menyebabkan jutaan pemimpin masa depan Indonesia di ujung kepunahan. Sederet keprihatinan anak dan remaja saat ini seperti kenakalan remaja, pola hidup konsumtif-hedonistik, pergaulan bebas, rokok, narkoba, dan kecanduan game on line hampir menuju budaya “gaya hidup” remaja masa kini.
Teknologi tanpa filtrasi (perlu regulasi agar kebebasan tidak jebol) dan rapuhnya edukasi/karakter manusia mengakibatkan kehancuran bangsa.
Rokok, Narkoba, Seks, dan AIDS
Ditengah berita siswa-siswi berprestasi dalam ajang penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, anak muda Indonesia saat ini terancam dalam masa chaos. Jutaan remaja kita menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.

Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :

- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.
Pengakuan Siswi SMA, Beginikah Remaja Kita?
“Sekarang gue lagi jomblo. Sudah dua tahun putus. Sakit juga! Habis pacaran empat tahun, dan sudah kayak suami-istri. Dulu, tiap kali ketemu, gejolak seks muncul begitu saja. Terus ML (making love) deh. Biasanya kita lakuin kegiatan itu di hotel. Kadang di rumah juga, kalau orang rumah lagi pergi semua. Kalau rumah nggak lagi sepi ya paling cuma berani ciuman dan raba sana-sini. Buat gue, semua itu biasa.
Gue nglakuinnya karena merasa yakin doi bakal jadi suami gue. Gue nggak takut dosa. Kan kita sama-sama mau, jadi nggak ada paksaan.
Dosa terjadi kan kalau ada paksaaan. Gitu menurut gue! Waktu putus, gue nggak nyesel sudah nglakuin itu, habis, mau gimana lagi! Santai saja! Tentang pendidikan seks, gue nggak pernah terima dari orangtua. Paling dari teman, majalah, buku, atau film”
Itulah penuturan Neila (samaran), pelajar kelas 3 sebuah SMA di Jakarta Timur, yang baru saja menjalani UAN. Tanpa beban, remaja manis bertubuh mungil ini menceritakan pengalamannya. Ia dan sang kekasih tahu harus melakukan apa supaya hubungan seks pranikah itu tidak membuatnya hamil.
Sampai saat ini, Neila yakin orangtuanya sama sekali tidak tahu perilaku putri keduanya itu. ”Gue nggak bakal ceritalah, bisa mati mendadak mereka. Teman malah ada yang tahu, tentu saja yang punya pengalaman sama,” katanya sambil memilin-milin rambutnya.
Menurutnya, ML di kalangan remaja sekarang bukan hal yang terlalu asing lagi. Malah, ada yang sengaja merayu pria dewasa yang bisa ditemui di mal dan tempat umum lain, untuk mendapatkan uang atau barang berharga, seperti telepon seluler model terbaru, jam tangan bermerek, baju, sepatu, tas, dan sebagainya. ”Bukan profesi sih, cuma iseng. Hitung-hitung bisa buat gaya. Mending gue `kan, yang nglakuinnya cuma sama pacar dan bukan demi duit,” sergahnya.
Biarkan atau Bertindak?
Sudah seharusnya kita kembali ke akar budaya bangsa kita. Jauh sebelumnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki nilai akar (root value) budaya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesusilaan seperti tertuang dalam falsafah dan nilai Pancasila. Kondisi yang menimpa generasi muda saat ini, harus dibina dan dididik agar mereka menjadi pemimpin yang memiliki moralitas yang tinggi untuk membangun bangsa dan negaranya.
Semua pihak haruslah merasa bertanggung jawab atas kasus ini. Disamping orang tua, peran masyarakat sangatlah penting. Sistem pendidikan kita juga harus diubah. Jangan naikkan anggaran tanpa meningkatkan nilai yang sesungguhnya dari pendidikan. Pemerintah sudah seharusnya tegas melaksanakan undang-undang, dan para pengusaha, pedagang, dan web internet cobalah berhenti menyebarkan hal-hal yang merusak (karena generasi kita masih rapuh).

Hal-hal yang harusnya dilakukan:

- Pemerintah filtrasi tegas sinetron, film atau iklan yang berisi kekerasan seksual, pergaulan bebas, mistis-religi, kekerasan-religi, ramalan serta judi.
- Menindak tegas para pelanggar UU Perlindungan Anak
- menfilter situs-situs porno di Indonesia. Hingga saat ini saja ada 6 Situs Porno yang Paling Banyak diakses di Indonesia
- Membangun Youth Centre, pusat pendidikan dan kreasi bagi remaja-remaja agar beraktivitas yang positif.
- Secara aktif mengontrol promosi (iklan) dan peredaran rokok.
- Memprioritaskan program pencegahan perdagangan anak, eksploitasi seksual komersial anak, dan narkoba.
- Edukasi pada masyarakat bahwa jangan mengasingkan anak-anak (yang menjadi korban), bantulah mereka untuk keluar dari permasalahan mereka (material maupun moril).
Ditulis dalam SEX

Tahukah Kita ??

Apakah teman-teman sudah merasa dewasa? Apakah kita ini orang yang beriman? Apakah kita termasuk orang-orang yang baik dan mampu dalam segala hal? 
“Sayangnya TIDAK...!!!” Kenapa?
1.         Karena kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat ataupun dinilai oleh diri sendiri dan kita mungkin belum dewasa karena masih belum bisa menyalesaikan masalah dengan baik dan dengan jalan yang benar. Contoh dalam hal ini adalah mahasiswa yang mangadakan orasi/demo terhapad suatu hal yang dianggap merugikan rakyat, tetapi apakah mereka menyalesaikan masalah itu dengan baik? Tidak... karena akhir dari perjuangan mahasiswa tersebut adalah keributan yang juga ikut merugikan rakyat. (orang yang lebih muda belum tentu dewasa/tidak dewasa dan orang yang lebih tua juga belum tentu dewasa/tidak dewasa).

2.       Karena kita masih sering melakukan kesalahan walaupun disengaja atau tidak disengaja, kita harus jujur bahwa kita jarang bahkan hampir tidak pernah mematuhi perintah Agama dan orang tua kita sendiri. Semakin hari semakin kita jauh dari Allah SWT jika kita tidak melaksanakan perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-Nya, semakin hari kita juga semakin memperbayak dosa karena kita sering membantah perintah dan nasehat orang tua kita ataupun dengan hal negatif lainnya... (keimanan seseorang dinilai (mungkin) dari bagaimana kita menjalani semua aturan yang ada di dalam Al Qur’an).

3.       Karena semua kebaikan dan kesempurnaan adalah hanya milik Allah SWT. Kita adalah manusia yang selalau tidak luput dari rasa salah, lupa, lengah, dosa dan karena kita (manusia) tidak ada yang sempurna. (Allah SWT maha segala-galanya)

Bila ada yang salah mohon maaf ya.................????????????? J
Sumber : remaja_spottree.blogsop.com//ahdan280393...

MAMA, IZINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN

Untuk remaja, bila istilah itu disebut-sebut bisa membuat jantung berdebar. Siapa sich yang enggak semangat bila bercerita seputar pacaran? Semua orang yang normal pasti senang dan bikin deg-degan.
Bicara soal cinta memang diakui mampu membangkitkan semangat hidup.Termasuk anak masjid, yang katanya "dicurigai" tak kenal cinta. Sama saja, anak masjid juga manusia, yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Pasti dong, mereka juga butuh cinta dan dicintai. Soalnya perasaan itu wajar dan alami. Malah aneh bila ada orang yang enggak kenal cinta, jangan-jangan bukan orang.
Nah, biasanya untuk remaja yang sedang kasmaran, mereka mewujudkan cinta dan kasih sayangnya dengan aktivitas pacaran. Kayak gimana sich? Deuuh, pura-pura enggak tau. Itu tuch, cowok dan cewek yang saling tertarik, lalu mengikat janji, dan akhirnya ada yang sampai hidup bersama layaknya suami istri.
Omong-omong soal pacaran, ternyata sekarang ada gossip baru tentang pacaran islami. Ini kabar benar atau cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu?Bahkan disinyalir, katanya banyak pula yang melakukannya adalah anak masjid.Artinya mereka itu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga. Ah, ada-ada saja!!!
Memang betul, kalo dikatakan bahwa ada anak masjid yang meneladani tingkah James Van Der Beek dalam serial Dawson 's Creek, tapi bukan berarti kemudian dikatakan ada pacaraan Islami, itu enggak benar. Siapapun yang berbuat maksiat, tetap saja dosa. Jangan karena yang melakukan adalah anak masjid, lalu ada istilah pacaran Islami. Enggak bisa, jangan-jangan nanti kalau ada anak masjid kebetulan lagi nongkrongin judi togel, disebut judi Islam? Wah gawat bin bahaya.
Tentu lucu bin menggelikan dong bila suatu saat nanti teman-teman remaja yang berstatus anak masjid atau aktivis dakwah terkena "virus" cinta kemudian mengekspresikannya lewat pacaran. Itu enggak bisa disebut pacaran Islami karena memang enggak ada istilah itu. Jangan salah sangka, mentang-mentang pacarannya pakai jilbab, baju koko, dan berjenggot, lalu mojoknya di masjid, kita sebut aktivitas pacaran Islami. Wah salah besar itu!!!
Lalu bagaimana dengan sepak terjang teman-teman remaja yang terlanjur menganggap aktivitas baku syahwatnya sebagai pacaran Islami? Sekali lagi dosa!Iya dong. Soalnya siapa saja yang melakukan kemaksiatan jelas dosa sebagai ganjarannya. Apalagi anak masjid, malu-maluin ajach.
Coba simak QS. An-Nuur: 30, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan skeptisnya, dan kesucian; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Kemudian QS. An-Nuur: 31, "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya ..."
Jadi gimana dong? Dalam Islam tetep tak ada yang namanya pacaran Islami. Lalu kenapa istilah itu bisa muncul? Bisa jadi karena teman-teman remaja hanya punya semangat keislaman saja tapi minus tsaqafah 'pengetahuan' Islamnya. So? Ngaji lagi yuk!!!